Bawaslu Kota Tidore Kepulauan datangi Universitas Nuku

Foto bersama bawaslu

Tidore-di: Anggota Bawaslu Kota Tidore Kepulauan beserta Sekretaris sambangi Universitas Nuku.

Agenda yang di lakukan pada hari Rabu, 05/09/18 di langsukan di ruang Rektorat Lantai dua Universitas Nuku.

Pada kesempatan itu, sebagai pembuka dalam mengawali perbincangan antara Bawaslu Tidore dengan pihak kampus Nuku dilakukan oleh Ketua Bawaslu bapak Baharudin Tosofu, S.H dengan mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat oleh rektor beserta jajarnya sehingga seakan kami kembali lagi ke rumah lama, ujar kudin yang merupakan alumni Universitas Nuku.

Maksud kedatangan kami adalah selain menjalin silaturahim, juga bermaksud mensosialisasikan kelembagaan kami yang menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ada perubahan nama untuk panitia pengawas tingkat kabupaten/kota hingga desa/kelurahan.

Undang-undang yang masuk dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 dengan Nomor 182 ini mengganti nama panitia pengawas (panwas) kabupaten/kota menjadi badan pengawas pemilu (bawaslu) kabupaten/kota jelas Amru.

Sekretaris Bawaslu Kota Tidore Kepulauan bapak Malik Salasa, S.S.TP menyambung perkatan Amru bahwa kedatangan kami juga dalam rangka membangun sinergitas dengan pola kemitraan simbiosis mutualisme yang tentunya sesuai dengan peran dan tanggunjawab kedua institusi ini. Kami butuh tim asistensi dari akademisi, utamanya dari Fakultas Hukum dalam hal mitra pra pengambilan keputusan, namun kami masih menunggu regulasi berupa perbawaslu, tambah malik sapaan kesehariannya.

Rektor Universitas Nuku bapak Idris Sudin, SP.,M.Si yang menerima tamu dari komisioner Bawaslu berujar bahwa sesuatu yang sangat membahagiakan adalah dua dari tiga anggota bawaslu merupakan alumni dari Universitas Nuku sehingga peran kelembagaan bawaslu sebagai lembaga pengawas penyelenggaraan pemilu menjadi bagian dari peran tanggungjawab Universitas Nuku untuk bersama-sama baik di minta maupun tidak diminta, baik melalui MoU maupun hanya sekedar lisan karena institusi akademis seharusnya menjadi mitra strategis lembaga independen seperti bawaslu ini agar pemilu berjalan dengan jujur, adil dan bermartabat, ujar Rektor Nuku.

Menutup perbincangan ini, Ketua Devisi pengawasan dan penindakan Ibu Iriani Abdulkadir, S.Sos.,M.Si menambahkan bahwa sekiranya kami selau diingatkan dan di ikhtiarkan dalam menjalankan kinerja sebagai anggota bawaslu Ă gar penyelenggaraan pemilu dapat terselenggara secara berkualitas dengan mengedepankan nilai-nilai moralitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *